ABSTRAKSI
Seiring dengan perkembangan teknologi, terutama teknologi informatika, maka tiap bidang kehidupan telah disentuh oleh berbagai teknologi. Hal ini tentunya bertujuan agar setiap kegiatan manusia dapat berjalan lebih teratur dan lebih mudah tentunya. Bidang kesehatan adalah salah satu bidang yang mendapat perhatian cukup serius dalam pengaplikasian teknologi informatika. Layanan kesehatan yang dilakukan tenaga medis terkadang masih memiliki banyak kelemahan dan membuat teknologi informatika menjadi solusi untuk mengatasi kelemahan-kelemahan tersebut.
Salah satu layanan yang seringkali kita temukan mendapat kendala adalah layanan apotek. Apotek yang ada sekarang ini rata-rata masih menggunakan metode penulisan manual untuk setiap transaksi pelayanan obat. Metode penulisan manual ini ternyata masih memiliki banyak kelemahan, selain lama dalam hal pelayanan, penulisan manual ini juga terkadang terdapat kesalahan yang dilakukan manusia baik itu salah penukaran resep maupun salah mencatat. Di samping itu, riwayat pencatatan seorang pasien di apotek tersebut juga akan bertumpuk pada bundelan-bundelah kertas yang jika akan dicari maka membutuhkan waktu lama dan melelahkan untuk mencarinya padahal seorang apoteker dituntut untuk melakukan tindakan cepat dan tepat.
Aplikasi layanan apotek diharapkan dapat menjadi solusi atas berbagai permasalahan yang dihadapi oleh seorang apoteker. Tidak hanya menguntungkan bagi apoteker, akan tetapi pasien yang mengambil obat pun dapat diuntungkan dengan aplikasi ini. Pasien dapat terlayani dengan lebih cepat dalam pelayanan pengambilan obat serta resiko kesalahan yang dilakukan oleh apoteker dapat teratasi semaksimal mungkin. Sedangkan bagi seorang apoteker diantaranya mempermudah pekerjaan pencarian obat yang ada di apotek dan dapat mendata pasien yang membeli obat. Dan pada akhirnya diharapkan bahwa dengan aplikasi kesehatan mengenai pelayan pengambilan obat di apotek ini dapat membuat pelayanan kesehatan dapat membuat masyarakat puas.
A. LATAR BELAKANG
Sistem basis data merupakan komponen dalam teknologi informasi yang sudah tidak asing lagi digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Basis data sendiri merupakan representasi digital dari kenyataan fisik dan lojik dari sebuah sistem. Penerapannya sudah banyak kita temui bahkan manfaatnya tengah kita rasakan. Suatu basis data haruslah merepresentasikan keadaan sebenarnya atau merepresentasikan kehidupan nyata. Mentransformasikan kenyataan dari sebuah sistem ke basis data bukanlah merupakan pekerjaan sederhana. Kita membutuhkan media antara. Orang menyebutnya sebagai model data, sebagai wujud dari perancangan basis data. Pembuatan model data yang baik merupakan faktor utama dari pembuatan sebuah basis data itu sendiri. Model ini menggambarkan bagaimana data-data akan berelasi serta apa saja yang terlibat didalamnya. Kita juga dapat menghasilkan waktu kerja yang efisien dari model yang kita buat. Dari kemajuan dan semakin dibutuhkannya basis data dalam berbagai aspek kehidupan inilah maka banyak aplikasi dan sistem-sistem informasi mulai banyak dibuat.
B. PERUMUSAN MASALAH
1. Bagaimana agar pencatatan obat yang masuk dapat dilakukan dengan mudah?
2. Bagaimana agar pencatatan penjualan obat dapat dilakukan dengan mudah?
3. Bagaimana agar pencatatan harga obat dapat dilakukan dengan mudah?
C. TUJUAN
1. Membuat sebuah fungsi yang mencatat transaksi obat yang masuk dari supplier.
2. Membuat sebuah fungsi yang mencatat transaksi penjualan obat ke konsumen.
3. Membuat sebuah fungsi yang mencatat harga obat yang dibeli dari supplier kemudian diproses untuk ditentukan harga jual ke konsumen.
D. BATASAN MASALAH
Sampai saat ini masih banyak apotek yang masih menggunakan cara manual dalam pengelolaannya. Banyak kekurangan yang didapat dari proses manual tersebut, maka dari itu dibuat satu sistem yang dapat memberikan solusi pada kekurangan tersebut. Adapun batasan sistem yang kami buat antara lain :
1. Pengontrolan keluar masuk obat
2. Pemasok adalah pabrik yang memproduksi obat yang dipasok.
3. Setiap proses penghapusan yang dilakukan pada suatu data di suatu data store maka harus disertai penghapusan data sejenis pada data store lainnya.
4. Sistem ini menghubungkan bagian gudang dengan administrasi, kasir dengan administrasi, dan gudang dengan kasir.
5. Setiap pembelian baru kode_obat sudah diketahui, jika belum pernah dipesan sebelumnya maka kode_obat ditentukan administrator.
6. Setiap terjadi pemasukan data, maka sistem akan mengecek apakah data sudah pernah dimasukkan sebelumnya atau belum. Jika iya, sistem melakukan update, jika tidak maka sistem melakukan insert.
Salah satu layanan yang seringkali kita temukan mendapat kendala adalah layanan apotek. Apotek yang ada sekarang ini rata-rata masih menggunakan metode penulisan manual untuk setiap transaksi pelayanan obat. Metode penulisan manual ini ternyata masih memiliki banyak kelemahan, selain lama dalam hal pelayanan, penulisan manual ini juga terkadang terdapat kesalahan yang dilakukan manusia baik itu salah penukaran resep maupun salah mencatat. Di samping itu, riwayat pencatatan seorang pasien di apotek tersebut juga akan bertumpuk pada bundelan-bundelah kertas yang jika akan dicari maka membutuhkan waktu lama dan melelahkan untuk mencarinya padahal seorang apoteker dituntut untuk melakukan tindakan cepat dan tepat.
Aplikasi layanan apotek diharapkan dapat menjadi solusi atas berbagai permasalahan yang dihadapi oleh seorang apoteker. Tidak hanya menguntungkan bagi apoteker, akan tetapi pasien yang mengambil obat pun dapat diuntungkan dengan aplikasi ini. Pasien dapat terlayani dengan lebih cepat dalam pelayanan pengambilan obat serta resiko kesalahan yang dilakukan oleh apoteker dapat teratasi semaksimal mungkin. Sedangkan bagi seorang apoteker diantaranya mempermudah pekerjaan pencarian obat yang ada di apotek dan dapat mendata pasien yang membeli obat. Dan pada akhirnya diharapkan bahwa dengan aplikasi kesehatan mengenai pelayan pengambilan obat di apotek ini dapat membuat pelayanan kesehatan dapat membuat masyarakat puas.
BAB I
PENDAHULUAN
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Sistem basis data merupakan komponen dalam teknologi informasi yang sudah tidak asing lagi digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Basis data sendiri merupakan representasi digital dari kenyataan fisik dan lojik dari sebuah sistem. Penerapannya sudah banyak kita temui bahkan manfaatnya tengah kita rasakan. Suatu basis data haruslah merepresentasikan keadaan sebenarnya atau merepresentasikan kehidupan nyata. Mentransformasikan kenyataan dari sebuah sistem ke basis data bukanlah merupakan pekerjaan sederhana. Kita membutuhkan media antara. Orang menyebutnya sebagai model data, sebagai wujud dari perancangan basis data. Pembuatan model data yang baik merupakan faktor utama dari pembuatan sebuah basis data itu sendiri. Model ini menggambarkan bagaimana data-data akan berelasi serta apa saja yang terlibat didalamnya. Kita juga dapat menghasilkan waktu kerja yang efisien dari model yang kita buat. Dari kemajuan dan semakin dibutuhkannya basis data dalam berbagai aspek kehidupan inilah maka banyak aplikasi dan sistem-sistem informasi mulai banyak dibuat.
B. PERUMUSAN MASALAH
1. Bagaimana agar pencatatan obat yang masuk dapat dilakukan dengan mudah?
2. Bagaimana agar pencatatan penjualan obat dapat dilakukan dengan mudah?
3. Bagaimana agar pencatatan harga obat dapat dilakukan dengan mudah?
C. TUJUAN
1. Membuat sebuah fungsi yang mencatat transaksi obat yang masuk dari supplier.
2. Membuat sebuah fungsi yang mencatat transaksi penjualan obat ke konsumen.
3. Membuat sebuah fungsi yang mencatat harga obat yang dibeli dari supplier kemudian diproses untuk ditentukan harga jual ke konsumen.
D. BATASAN MASALAH
Sampai saat ini masih banyak apotek yang masih menggunakan cara manual dalam pengelolaannya. Banyak kekurangan yang didapat dari proses manual tersebut, maka dari itu dibuat satu sistem yang dapat memberikan solusi pada kekurangan tersebut. Adapun batasan sistem yang kami buat antara lain :
1. Pengontrolan keluar masuk obat
2. Pemasok adalah pabrik yang memproduksi obat yang dipasok.
3. Setiap proses penghapusan yang dilakukan pada suatu data di suatu data store maka harus disertai penghapusan data sejenis pada data store lainnya.
4. Sistem ini menghubungkan bagian gudang dengan administrasi, kasir dengan administrasi, dan gudang dengan kasir.
5. Setiap pembelian baru kode_obat sudah diketahui, jika belum pernah dipesan sebelumnya maka kode_obat ditentukan administrator.
6. Setiap terjadi pemasukan data, maka sistem akan mengecek apakah data sudah pernah dimasukkan sebelumnya atau belum. Jika iya, sistem melakukan update, jika tidak maka sistem melakukan insert.